Bagaimana Prinsip Kerja Sederhana CNG Marine

Dengan dilaksanakannya pengadaan proyek CNG perlu saya jabarkan secara singkat prinsip kerja secara sederhana sistem CNG bekerja. CNG merupakan sistem masa kini dan masa depan di Indonesia, dengan penerapan pada pembangkit listrik. PLN dengan anak perusahaannya PLN Enjiniring bersama RINA (Italy) mendisain mother station, CNG Vessel dan daughter station di Gresik dan Lombok.

Yang harus diketahui didalam mendisain CNG Plant adalah Gas Properties atau “makanan” dari CNG yang akan di proses. Berbeda dengan LNG (Liquid Natural Gas), dengan CNG yang tidak ada proses pencairan gas melalui pendinginan hingga minus 63 deg.C. Pada CNG diharapkan seluruh komponen dari gas alam dapat tersimpan menjadi gas bertekanan tinggi sedang pada LNG komponen yang dimanfaatkan menjadi cair adalah gas Metana dan sebagian kecil Etana dan Propana.

Komposisi gas yang terdapat pada sumur gas ataupun sumber gas harus terbebas dari pengotor seperti kandungan sulfur dan Air. Dengan demikian jika komposisi gas masih terdapat kandungan sulfur dan air harus dihilangkan terlebih dahulu. Kandungan sulfur akan mengakibatkan tingkat korosifitas yang tinggi pada peralatan-perlatan utama CNG seperti kompresor gas.

Proses:

  1. Gas ditekan menggunakan kompresor gas hingga mencapai tekanan 250 barg atau 25MPa
  2. Setelah ditekan, gas dialirkan dan disimpan didalam rangkaian tubetube (storage) dengan tekanan 250 barg.
  3. Ketika gas akan digunakan, gas akan dialirkan ke Kapal Laut/Vessel dengan sifat alamiyahnya hingga tekanan setimbang menuju tube storage yang ada di Kapal Laut.
  4. Setelah tekanan setimbang terjadi, sisa gas yang ada di tube storage akan disedot menggunakan kompresor hingga tekanan 250 barg pada tube storage di Kapal Laut.
  5. Kapal Laut akan bekerja setelah kapasitas gas yang akan diangkut memenuhi seluruh tube storage.
  6. Kapal Laut memindahkan gas bertekanan menuju lokasi pembangkit yang juga sudah disediakan fasilitas CNG.
  7. Gas yang ada di Kapal Laut dialirkan ke fasilitas CNG dengan sifat alamiyah hingga tekanan setimbang menuju tube storage di lokasi pembangkit listrik.
  8. Ketika tekanan sudah setimbang, gas akan disedot menggunakan kompresor hingga tekanan 250 barg.
  9. Sejumlah kapasitas gas tersimpan di tube storage dan akan dipergunakan untuk keperluan pembangkitan listrik.
  10. Gas akan diturunkan hingga tekanan kerja gas engine (120 psgi/ 7 barg)

Begitulah proses sederhana dari CNG Marine dengan perpindahan gas menggunakan Kapal Laut.

Advertisements

Proyek PLN yang Fenofenal (3)

CNG plant sendiri tidak akan berguna toh?

ya Jelas sekali karena CNG akan bermanfaat untuk utilisasi beberapa hal karena awal design CNG Plant untuk di-transport dengan kapal. Selain CNG Plant diperlukan daughter station sebagai receiver, hal ini diperlukan untuk menurunkan tekanan atau langsung seperti SPBG dan mempergunakan dispenser untuk dipindahkan ke kendaraan berbahan bakar gas.

CNG untuk kendaraan sudah banyak dipergunakan di negara lain, Indonesia sepertinya akan sangat lama menghadirkan kendaraan berbahan bakar gas. hal ini terkait dengan kebijakan energi nasional yang tidak mendukung hal tersebut.

Penggunaan kali ini dengan menggabungkan CNG Plant dengan PLTMG, penggabungan ini adalah untuk memanfaatkan gas alam sehingga dapat membangkitkan daya listrik. Sebenarnya pemakaian CNG untuk pembangkitan daya listrik sudah ada dan dimanfaatkan untuk beban dasar (base load). Namun yang dikembangkan saat ini pemanfaatan CNG untuk membangkitkan daya pada beban puncak (peak load) dan hal ini adalah pertama di Indonesia juga di dunia.

Di Indonesia sendiri sedang berjalan 2 proyek CNG Plant ini, pertama di Jakabaring – Palembang dan Sei Gelam – Jambi. CNG Plant di Jakabaring dikabarkan akan COD (commercial Operation Date) pada akhir Desember 2012 seadng CNG Sei Gelam akan COD pada awal Februari 2013. Jika demikian CNG Plant di Jakabaring akan menjadi CNG Plant pertama di Dunia untuk pembankitan daya pada beban puncak. Namun demikian, issue-nya CNG Plant Jakabaring akan terlambat karena proses penurunan tekanan bermasalah pada PRV (pressure regulator valve). Tekanan diturunkan dari tekanan kerja 3600 Psig menjadi sekitar 500 Psig. Penurunan tekanan ini membutuhkan special order pada PRV-nya.

what ever happen in the future we have to CEMANGADTS… atau CETTARRR.

Proyek PLN yang Fenomenal (2)

Proyek CNG Plant yang dimenangkan oleh Rekind menggandeng Hyosung Corporation dari Korea Selatan. Rekind sebagai integrator atau kontraktor EPC bersemangat sekali dengan proyek ini ditandai oleh pembukaan LC (letter of Credit) yang cepat untuk Hyosung. Lingkup kerja yang diberikan Rekind ke Hyosung berupa gas filtering dengan menggunakan suction scrubber dan dehydration unit. Lingkup kerja yang lainnya penyediaan kompressor gas reciprocating sesuai standard API 11-P beserta tanki penyimpanan gas dan pressure regulating unit yang akan menurunkan tekanan gas dari hasil pemampatan kompressor.

Lingkup pekerjaan Hyosung sebagai vendor Rekind merupakan pekerjaan utama dari proyek ini, sedang pekerjaan lainnya merupakan penunjang peralatan utama. pekerjaan penunjang berupa water treatment plant, air compression system, crane & hoist dan fire protection system. Pekerjaan-pekerjaan ini diserahkan kepada vendor lokal namun peralatan yang dipergunakan tetap impor.

Pekerjaan sipil seperti pondasi dan bangunan diserahkan kepada vendor lokal. Pekerjaan yang dilakukan adalah untuk fasilitas sbb:

  • Administration Building
  • Central Control, Workshop & Laboratory Building
  • Shelter for Compressor, CNG Storage, Fire Protection Pump, Deep Well Pump, and Car Parking.

Seluruh pekerjaan EPC ini diharapkan akan selesai pada bulan Februari 2013.

Proyek PLN yang Fenomenal (1)

Penyimak tulisa saya, Selamat datang kembali, rupanya sudah lama saya tidak menulis didalam blog ini. terakhir mengenai Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Kebanyakan proyek bikin sibuk saja, namun sekarang hanya menangani satu proyek milik PLN (Persero). Proyek yang diinisiasi oleh Mentri ESDM pak Dahlan Iskan. Pada tahun 2011, yang kala itu beliau masih menjadi Dirut PLN meminta untuk dilakukan proyek CNG (Compressed Natural Gas) untuk penggunaan pembangkitan daya.

Selanjutnya CNG plant ini disinergikan dengan BUMN perkapalan PT PAL (Persero). CNG memerlukan pabrikasi gas storage yang diperkirakan PAL memiliki peralatan untuk membuatnya. hingga akhirnya perjalanan waktu PT PAL (Persero) tidak dapat memenuhi permintaan dari spesifikasi yang dibutuhkan seperti cylinder storage yang tanpa welding. PLN akhirnya menenderkan proyek ini dengan cara undangan kepada potensial bidder, diantaranya PT Tripatra, PT Rekayasa Industri dan PT JGC. Tender berjalan dengan baik, namun HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dari PLN tidak lebih besar dari ketiga perusahaan tersebut. Akhirnya dilakukan dengan tender ulang dan diundang kembali 3 potensial bidder tadi untuk mengikuti proses tersebut.

Evaluasi proposal administrasi dan teknis meloloskan 3 perusahaan tersebut karena mematuhi permintaan dari dokumen tender. Tahap selanjutnya dengan evaluasi harga, dimana harga dari HPS yang dikeluarkan oleh PLN telah di-re-evaluated dari harga sebelumnya. dari ketiga perusahaan tadi 2 diantaranya masuk dibawah harga HPS milik PLN. harga penawaran yang diberikan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) memberikan harga yang kompetitif dan memenangkan tender ini.

Rekind dinyatakan sebagai pemenang tender untuk proyek CNG Plant for Peaking Generation (80 MW) Sei Gelam – Jambi. -Selamat-