Bekerja dan Membuka Usaha

Sejenak sepenggalan jalan aku berfikir, apa aku harus menjadi pekerja atau pembuka lapangan pekerjaan. Disepanjang jalan menuju tempat kediamanku dan istriku, saat ini udara di Korea Selatan sedang dingin-dinginnya dan kemarin ada salju walau sangat tipis sekali di kota kubermukim sebentar saja.  Tiba-tiba saja aku teringat dengan seorang karyawan PLN yang pernah dulu sama-sama satu tim di PLTU Maluku Utara, mudah-mudahan beliau masih sehat.  Beliau mengajakku untuk membuka lapangan kerja yang sebelumnya tak penah terpikirkan.

“manjadda wa jadda”

Kesungguhan itu penting dalam menyikapi setiap tawaran bisnis atau usaha. Pada waktu itu sepertinya aku melewatkan peluang ajakan membuka usaha baru, usaha itu adalah konsultan teknik. Beliau memiliki background Teknik Sipil dan saya yang masih baru lulus belum tahu apa-apa mengenai usaha konsultan ini. Karena menurutku, I need more experiences as a consultant in mechanical engineering.

setelah hampir satu tahun di perusahaan pertamaku bekerja, I decided to upgrade my education level by accepted in one of university in south Korea. Then now I realize that this not mean lot to me as a consultant.

“Creativity never die”

As long human is present in this world, a novel thinking is always present.  I need an Idea to build my dream, mimpi lah setinggi tingginya karena itu tidak pernah dilarang. Istriku pernah berkata “mimpilah yang tinggi”, yes I did dream it. Aku bermimpi suatu saat memiliki perusahaan sendiri, membuatkan rumah sakit untuk istriku dan ku jadikan GBHN. Then in 2009, I wrote a post that contain about my working grand design  (click here).

Kemudian kusadari ternyata sampai akhir tahun 2010 ini, point-point yang kubuat pada tahap graduate master degree tidak kesampaian semua. Dan mungkin aku perlu merubah rencana lagi, namun tidak akan lewat pada GBHN yang pernah dahalu kala sekali kubuat pada waktu setelah lulus dari jenjang S1 di Universitas Indonesia.

“Dulu dan Sekarang akan akah sama”

Tentu akan berbeda, secara waktu sudah pasti terlewati tiap detiknya. Tahun depan akan naik lagi usiaku dan statusku..

I am going to be a FATHER

if I flash back,, last year my status changed from single to husband, and from employee to unemployed (Graduate Student).

I want to change my status from unemployed to EMPLOYER in a few years later. But I have to Answer 5 simple questions, HOW-WHAT-WHEN-WHERE-WHO and doing SWOT of my business.

“Doing it by inspire”

I have read some company profile, I have met and heard  directly from the founder, I would share after I am being the inspired. Now, I have to do it hardly and softly for my future and many other people to gain their happiness.

Lies for your life

Manusia tidak lepas dari interaksi antar sesama manusia, ini karena mereka saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Setiap manusia memiliki peranan yang berbeda-beda dan itu bisa saling topang-menopang atau bahkan saling menjatuhkan. Lalu dimanakah letak kebohongan itu berperan didalam kehidupan ini?

Sebelumnya, mari kita kenal dulu dengan kejujuran. Tindakan, baik berupa perbuatan atau ucapan, yang itu sesuai dengan aturan berupa norma hukum, agama, budaya dan lain lainnya dapat dikerjakan tanpa ditutup-tutupi itu dapat dikatakan jujur. Kata orang jujur itu sangat sulit karena tidak akan memperoleh ketenaran. misal didalam pekerjaan, seorang PNS atau swasta tidak berbuat jujur dalam melaporkan suatu laporan dengan benar sesuai kenyataan malah di laporkan keadaan yang tidak nyata atau palsu. Orang tersebut akan terlihat baik dihadapan beberapa orang karena orang-orang tersebut tidak tahu kalau laporan yang diberikan itu adalah palsu.

Berbuat jujur itu membuat orang menjadi miskin, karena tidak mendapat uang sogokan atau uang kegiatan yang tidak dikerjakan. Misal, membuat laporan kegiatan dengan pendanaan sekian rupiah namun pada kenyataannya kegiatan itu tidak ada. Uang yang diperoleh dengan tindakan tidak jujur itu diambil oleh para pembuat laporan kegiatan tersebut. Dan masih banyak contoh lainnya dalam perbuatan tidak jujur ini atau dengan kata lain berbohong.

pernahkah kamu berbohong?

kepada siapa kamu berbohong?

kenapa kamu berbohong?

apa yang akan terjadi jika kamu berbohong terhadap kamu sendiri dan terhadap orang yang kamu bohongi?

apakah kamu akan mengakui suatu saat jika kamu pernah berbohong kepada yang kamu bohongi?

apakah kamu merasa berdosa/bersalah ketika sedang berbohong?

jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan kerendahan hati, lalu apa yang akan kamu lakukan setelah menjawab ini? mau berbohong lagi kah?

letak kebohongan, itu berada di hati kamu. you know it when it happen then you keep it deep in your heart.

Menjaga hubungan baik dengan atasan

 

jabat erat

Didalam kehidupan ini, apalagi pasca kuliah dari universitas tercinta. Hal yang penting lagi yakni melanjutkan tahapan kehidupan selanjutnya, Bekerja. Dunia yang berbeda akan dirasakan setelah bertahun-tahun belajar sedari SD (sekolah dasar) hingga sampai kuliah di universitas, dengan suasana dunia kerja.

Ketika anda bekerja akan memperoleh gaji, yang menurut anda sepadan atau cukup dilihat dari kebutuhan sehari-hari, menabung, dan merencanakan masa depan (menikah, beli rumah, dan kendaraan atau membuka peluang usaha baru). Inilah salah satu hal yang tidak akan diperoleh ketika masa-masa belajar yakni gaji. Selain itu juga, karir Anda di perusahaan tempat Anda bekerja. Tapi bukan dengan cara menjilat, namun dengan membuahkan kinerja dan produktifitas kerja Anda. Hal ini dapat terukur dari pencapaian target-target dari divisi Anda.

Atau ketika Anda melanjutkan jenjang pendidikan di luar negeri melalui proses sponsorship oleh professor di luar negeri. Untuk menjaga hubungan dengan the professor, Anda harus memenuhi berbagai macam permintaannya dengan mengambil data, membuat paper atau journal international, mengetikan apa yang diminta, memeriksa journal orang lain, tanda tangan yang ga tahu isinya apa, dsb. Kenapa demikian, karena untuk melanggengkan study yang kini sedang Anda tempuh.

Jadi menjaga hubungan adalah penting.

How to break the “law” of graduate school

This blog post is so awaited by so many graduate school student around the world. but I would explain first about the “law” of graduate school. it is a law that invisible and unrecorded for graduate school student who get sponsorship from a supervisor or professor in a form of “scholarship” that require a hard work in the laboratory.

Here are the part of invisible law of graduate school (that I experienced on it):

  • 1. Your advisor is always right no matter what.
  • 2. If you have a high confidence and evidence that your theory/ assumption is right. Prove it!!
  • 3. You have to attend to your lab before 9 am and go home after 10 pm to 12 am, it is because your advisor comes before 8 am and return to his residence after 1 am.
  • 4. You have to attend to your lab even at Saturday and Sunday, for Sunday usually until 6 pm.
  • 5. You have to get data as much as your advisor is satisfied
  • 6. You have to clean your dusty lab because tomorrow is inspection time from university officer
  • 7. You have to grade all undergraduate student report
  • 8. You have to make papers and journals as many as your advisor wants
  • 9. Your vacation time is after finish your thesis book and its limited to three weeks only
  • 10. Don’t ask about his family life because its confidential
  • 11. etc.

A lot things happen while you are in graduate school of  “lab” with your advisor but this things are relatively similar to all graduate student around the globe. so don’t worry you are not a lone ;). No matter the law is, you still have to make a good relation to your advisor because he is the person who can bridge your early dream (pursue higher education level).

Now, I tell you the secretes to break these invisible law;

  • You have God that always right, your advisor is human that have high error (maybe about 99% error deviation). But your God 100% right
  • Prove your theory that you are right by showing other published international journal that is written by famous person in the research area. If you can not, so don’t.
  • hot law “attend in the lab”, this law seem very hard to break but you have to confidence and give a strong reasons to your advisor that  you can not fulfill this law. I give you an example “I have a family now, I have to stay for dinner with them”
  • Saturday and Sunday should be resting day or family day after 5 days working. You can use same reason “Family” but if your advisor is not a “family” person its gonna bit hard. Organization might be suit for you or religion reasons that you have to pray for whole day.
  • law number 5, 6, 7 and 8; my advise is “just do it”.
  • law no 9, buy airplane ticket as soon as possible. so your advisor wont disturb your vacation time to be changed.
  • if you want to know about his family, ask your senior or your lab mate.

thats all that I can share about breaking the law of graduate school. I don’t want you to be a bad person in your advisor eyes, but you have to balance your life. See the positive effects you would find after breaking this “law”, have nice try.