ibarat kata manusia itu seperti refrigerant

tahukah kamu, apa itu refrigerant? refrigerant menurut pengertian saya adalah zat atau campuran zat yang dapat dipergunakan sebagai medium untuk perpindahan energi (dalam hal ini “panas“). kenapa zat disebut “refrigerant”? karena zat/campuran zat itu biasa dipergunakan pada mesin refrigerasi (refrigeration) atau bahasa awamnya kulkas atawa AC. refrigerant akan mengikuti sebuah siklus perpindahan panas atau disebut dengan refrigeration cycle. refrigerant akan diperlakukan untuk menyerap panas, kemudian ditekan, lalu melepas panas dan relaksasi (kata refrigerant nyantai dulu, expansion). Dari empat tahapan sederhana itu akan terus berulang-ulang terus menerus.

penjelasan diatas sederhana banget dah, kalo ga ngerti bisa tanya-tanya pembuat blog ini ya.

Nah begitu juga ada kalanya manusia memiliki perlakuan yang sama seperti halnya refrigerant, yakni menyerap panas-ditekan-melepas panas-nyantai bro (expansi).  kenapa bisa diperlakukan seperti itu karena punya sifat dasar yakni dapat melakukan perpindahan panas toh..

Ada kalanya manusia menerima panas dari lingkungan, bukan karena terpaksa harus menerima. Tetapi memang sudah pada sifat dasarnya yakni menerima panas. disini saya mengibaratkan panas seperti hot issue, berita agak miring, gosip, kasak-kusuk, atau semua jenis warta deh kalo gitu ga cuman gosip aja. bingung??. bgini lho, sifat menerima panas itu adalah segala keingintahuan manusia mengenai sesuatu. apa sih? kenapa sih? ada apa gerangan? apa bener? bagaimana ceritanya? mengapa begitu sih?

betul gaa..?

Selanjutnya, manusia ditekan (feel depressed). setelah menerima panas maka ditekan, biasanya kalau menerima berita miring manusia akan merasa ditekan oleh berita-berita itu yang kemudian menjadi merasa hak orang lain untuk tahu kebenaran berita itu. kalau menengok perjuangan bangsa ini, cieh.. (jadi lebar), Indonesia sudah dijajah sedemikian rupa sehingga merasa ini adalah tekanan yang besar dari penjajah. (fokus lagi) jadi manusia itu memiliki ketahanan seperti halnya refrigerant tahan sampai tekanan critical, namun biasanya belum ada mesin refrigerasi yang mampu menekan sampai tekanan critical.

Setelah ditekan, maka manusia harus melepas panas atau cooling down. dengan tekanan yang diterima, dia harus diperlakukan untuk melepas uneg-unegnya walau tekanan itu masih sama tingginya. Tetapi setidaknya ada tekanan yang sedikit berkurang (marginal pressure drop) yang dirasakan didalam dirinya. saya mengatakan ‘diperlakukan’ dalam hal ini harus ada environtment yang dapat membuatnya dengan suka rela ataupun dipaksa sedikit untuk menerima panas yang dimilikinya sehingga turun atau cooling down.

Refrigerant harus di ekspansi, artinya meredakan atau menurunkan tekanan seperti sebelum menerima panas. alat expansion ini tidak semahal atau serumit alat penekan (compressor). artinya untuk meredakan perasaan tertekan pada manusia sebenernya tidaklah serumit permasalahan yang ada. cari solusi yang cepat dan tentunya tepat, tetapi mencari solusi yang tepat tidak boleh lama karena jika dibiarkan lama tekanan itu tidak akan reda. jadi solusi yang tepat adalah juga cepat.

Saya tadi mengatakan, manusia harus menurunkan tekanan seperti sebelum menerima tekanan. Ini karena manusia akan menerima panas lagi, tekanan lagi, dan seterusnya seperti halnya siklus refrigerasi.

( jika ada pertanyaan atau sanggahan yuk mari dah diskusi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: