surat untuk gubernur NTB (perhatikan tenaga kesehatan masyarakat)

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatu

Tuan Guru Bajang KH. Muhammad Zainul Madjdi

Saya mau sampaikan salam dan sholawat ke suri tauladan kita Nabi kita Muhammad SAW, semoga kita termasuk sebagai bagian dari umatnya.

Sebelumnya saya perkenalkan diri terlebih dahulu, saya Maulana Rifaldi, seorang suami dari dokter yang sedang PTT di daerah Bayan, NTB. Saat ini saya sendiri sedang kuliah S2 (beasiswa) mengikuti professor saya di Korea selatan. Mulai dari 1 september 2009 ini istri saya menjalani praktek di salahsatu puskesmas di Bayan. Tujuan mulia dari istri untuk membantu menyehatkan masyarakat dengan mengikuti program PTT dari dinas kesehatan pusat sedang terlaksana yakni di daerah yang Tuan guru bajang pimpin saat ini.

Saya juga tahu di daerah Tuan guru bajang mempunyai program untuk kesehatan masyarakat, yang saat ini NTB membutuhkan tenaga kesehatan untuk melayani masyarakat di perkotaan maupun daerah sangat terpencil. Kabupaten Bayan termasuk daerah terpencil menurut dinas kesehatan pusat sedangkan sumbawa termasuk daerah sangat terpencil.

Masyarakat NTB membutuhkan akses kesehatan yang baik, sehingga kehadiran puskesmas memperluas peluang masyarakat untuk menikmati pelayanan kesehatan. Tentunya juga puskesmas itu dikelola oleh pemerintah daerah dalam hal ini diwakilkan oleh dinas kesehatan baik provinsi maupun kabupaten.

Namun sayang, menurut istri saya peningkatan akses tersebut tidak juga adanya peningkatan kesejahteraan para pelayan kesehatan (dokter dan perawat), sebagaimana diketahui dokter hanya menerima gaji pokok dan tidak ada income lainnya yang seharusnya diterima berupa insentif daerah.

Keikhlasan pelayanan di puskesmas daerah terpencil sudah menjadi niat dan amal, namun dengan penghargaan yang minim dari pemerintah daerah akan pelayanan yang diberikan saya takut keikhlasan itu akan lelah dan berakhir dengan keluhan sehingga Alloh Swt tidak menerima amal istri saya di puskesmas Bayan.

Sungguh, istri saya sudah diterima sebagai tenaga kesehatan di Pertamedika (bagian dari pertamina) kemudian mundur untuk memilih mengabdikan diri untuk masyarakat lombok. Pelayanan maksimal di berikan namun penghargaan minimal bagi para pelayan kesehatan di Lombok, itulah yang menjadi kesan bagi istri saya, sehingga tawaran untuk menjadi PNS disana menjadi belum menjadi pilihan utama. Sebagai contoh beberapa pekerja di puskesmas tidak menerima Tunjangan Hari Raya Iedl Fitri tahun ini.

Saya faham akan kedudukan Tuan guru bajang saat ini menjadi gubernur NTB, masalah ini kecil bagi Tuan guru bajang sehingga akan terlupakan begitu saja. Setidaknya saya telah menyampaikan kepada pemimpim (kholifah) umat NTB, dan selebihnya saya hanya akan berharap kepada Alloh Swt saja bukan kepada manusia yang tiada daya upaya kecuali dengan izin-Nya.

Akhirulkalam, billahittaufiq walhidayah

Wassalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatu

Maulana Rifaldi

+82-10-7219-2373 (Handphone number)

Email: maulana0403020491@gmail.com

n.b. gaji dokter hanya 1.5 juta rupiah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: